Macam-Macam Tradisi Musik Bali

Tak ada daerah yang terlewatkan ketika mengulik Sejarah seni dan budaya di nusantara indonesia. Setiap daerah kabupaten bahkan kecamatan memiliki kebudayaan yang beragam. Salah satu daerah tersebut adalah “Bali” yang membuat wisatawan jatuh cinta dan ingin kembali lagi. Dan ditengah-tengah era modernisasi yang sangat tidak tanggung-tanggung justru masyarakat bali memanfaatkan seni tradisional sebagai senjata terkuat didaerah baliĀ seperti Drama bali, Seni musik tradisional bali, Tari bali, Ritual adat, ritual keaagamaan hindu bali, wayang, dan lain-lain. Alasan yang sangat kuat daerah bali ini menjadi contoh yang baik, ditengah tengah gempuran berbagai budaya modern warga masyarakat bali juga semakin kuat melahirkan generasi-generasi budayawan/budayawati untuk menarik minat warga asing dan para wisatawan yang datang kebali. Artikel ini akan mengulas tentang kesenian musik tradisional bali yang membuat bali tetap hidup dengan gaya khas bali sendiri. Kesenian musik bali tersebut sebagai berikut :

1. Gamelan Bali

Sejarah Gamelan Bali. Pada abad ke-19 yatu pada tahun 1970an kesenian gamelan tersebut memiliki perkembangan yang drastis dibali yang menjadi senjata ampuh saat ini dibali untuk menarik wisatawan. Kalau dilihat secara garis, gamelan bali ini ada 3 versi pada zaman dahulu :

A. Yang pertama adalah Gamelah wayah. Gamelan wayah muncul ketika wilyah indonesia belum terbentuk. Gamelah ini lahir Sebelum tahun 1500 Masehi.

B. Yang Kedua adalah Gamelan Madya. Setelah yang pertama Gamelan Wayah selanjutnya disusul oleh Gamelan madya yang lahir pada tahun 1600 Masehi, gamelan ini memakai instrumen kendang sebgai pewarna alur musik. Gamelan madya memiliki unsur Batel Barong, Gong gede, Bebarongan, Semar Pagulingan, Gamelan joget pingitan, Pelogonganm Gamelan joged pingitan.

C. Yang ketiga adalah Gamelan Anyar. Gamelan tersebut adalah yang lebih muda dari pada kedua gamelan yang tertulis diatas yaitu antara gamelan wayah dan gamelan madya dan gamelan ini termasuk gamelan yang belum lama lahir.

Funsi gamelan bali tersebut adalah untuk acara kebudayaan tradisi bali yaitu

– Sebagai pengiring tari-tarian tradisional bali

– Sebagai Upacara adat tradisi keagamaan hindu masyarakat bali

2. Pereret Bali.

Pereret adalah sebuah alat musik tradisional dari bali dengan cara permainan sejenis alat tiup, dan suaranya hampir sama dengan sebuah trompet. Alat musik pereret tersebut terbuat dari bambu. Konon pada zaman dahulu sejarah pereret digunakan sebagai pusaka memikat hati lawan jenis atau bisa disebut dengan pelet. Untuk kemurnian dan fungsi alat musik pereret sebagai pelet ini di utamakan adalah pria yang masih bujang atau belum menikah, kalau yang menggunakan orang yang sudah menikah alat pereret ini hanya sebatas alat biasa yang energi kekuatan supranaturalnya tidak bisa digunakan, karena jika bisa ini akan menimbulkan konflik antar keluarga. Katanya Cara permainan pereret tersebut adalah ditiup pada malam hari diatas pohon yang menjulang tinggi sambil membayangkan gadis yang ia cintai. Seperti itulah sekilas gambaran dari alat musik bali “pereret. Sebagai orang yang beriman tentu kita tidak harus mempercayainya, karena segala sesuatu termasuk jodoh adalah Rahasia dan Kuasa Allah SWT apalagi kita hidup dizamanĀ  yang serba modern yang bersifatrasional.

3. Genggong Bali

Musik genggong adalah sebuat alat musik kesenian bali yang sudah sejak dahulu diwariskan dari generasi ke generasi hingga saat ini tumbuh dan terus berkembang, menjadi senjata kekayaan budaya dibali yang memikat para wisata-wisata ketika berkunjung kebali. Cara permainannya adalah kedua tangan memegang Genggong, lalu diletakkan dimulut (dengan cara mengulum) sehingga menghasilkan getaran. Dan apabila alat musik genggong dipadukan dengan banyak pemain akan menghasilkan suara unik yang saling bersahutan. Alat musik genggong yang terkenal dapat ditemukan didaerah Desa Batuan – Kabupaten Gianyar. Genggong tersbuat dari pelepah pohon enau (Pugoug) lalu dikeringkan hingga benar-benar kering, setelah itu dikuliti pilih kulit luarnya saja, dipotong persegi panjang (Lebar 2 cm/panjang 4 cm) dan kalau sudah bersihkan bagian dalam yang tidak keras. Selanjutnya adalah bagian palayah (fungsi getaran) ditempatkan ditengah-tengah.

4. Ceng-ceng Bali

Ceng-ceng Bali adalah alat musik yang terbuat dari loga bentuknya hampir sama dengan symbal pada. Biasanya alat musik ceng-ceng dipadukan dengan alat kesenian tradisional lainya karena memang sifat dari ceng-ceng sangat fleksibel dengan musik yang lain. Dari bentuknya ceng-ceng mempunyai bentuk tonjolan, dimana tonjolan tersebut ada arti filosofi bahwa pada zaman dahulu menurut kepercayaan orang bali ada binatang kura-kura, pelindung kura-kura diibaratkan tonjolan ceng-ceng yang memberi keseimbangan kepada bentuk bumi.

 

5. Rindik.

Bentuk rindik yang bila dari jauh hampir mnyerupai angklung karena sama-sama terbuat dari bambu dan sama-sama mempunyai sebuah nada. Konon dizaman dahulu alat musik rindik hanya digunakan oleh sekolompok orang untuk menghibur para pedagang atau petani didaerah masing-masing perkampungan tapi saat ini telah menjadi sesuatu kekayaan yang tak ternilai harganya bagi dunia